Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Ahli Gizi sebut pentingnya pemberian MBG yang disertai dengan edukasi
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-05 13:35:41【Kabar Kuliner】691 orang sudah membaca
PerkenalanTangkapan layar-Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Perta

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyebut pentingnya pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disertai dengan edukasi tentang makanan dan gizi.
Budi mencontohkan salah satu program Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebelum MBG, yakni gerakan edukasi dan pemberian kudapan bergizi untuk siswa (Genius).
"Kegiatan Genius itu dilakukan di 10 provinsi, yang menjangkau 25 ribu siswa di 50 kabupaten. Program itu memang berbeda dengan MBG, yakni memberikan kudapan dengan edukasi, dengan melibatkan dinas pendidikan, dinas kesehatan, pemerintah daerah, dan BPOM untuk menjamin keamanannya, meski berbeda, mungkin ini bisa menjadi contoh edukasi gizi dalam Program MBG," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang dipantau di Jakarta, Rabu.
Budi menjelaskan, penetapan lokus untik Program Genius juga telah menggunakan peta ketahanan dan kerawanan pangan yang selalu diperbarui oleh Bapanas untuk mendeteksi wilayah dengan tingkat malnutrisi tinggi.
Baca juga: Menteri PANRB pastikan pemerataan MBG hingga daerah terpencil
"Itu peta yang selalu diperbarui oleh Bapanas ngak hanya di tingkat nasional, tapi juga provinsi, kabupaten/kota, bahkan hingga level kecamatan. Di sana kita bisa tahu area-area mana yang memiliki prevalensi malnutrisi tinggi, jadi kita memprioritaskan wilayah yang memang anak-anaknya kurang gizi," ujar dia.
Program Genius juga mendeteksi anak-anak dengan intoleransi laktosa dan alergi, yang perlu menjadi perhatian bagi BGN maupun petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Aada istilah lactose intolerant, anak-anak yang sudah lama ngak minum susu, jadi begitu minum susu suka diare. Kita juga memengakan mana yang lactose intolerant dan alergi, sehingga harus diperhatikan," tuturnya.
Menurutnya, edukasi tentang gizi bisa menyasar ngak hanya para siswa, tapi juga para petugas SPPG agar mereka bisa lebih memahami pentingnya keamanan pangan.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi sekitar lebih dari 13 ribu unit.
Baca juga: 2.031 anak terima manfaat MBG Polres Solok Selatan
Baca juga: Perpusnas dukung MBG, siapkan bacaan "bergizi" dukung peningkatan literasi
Suka(7)
Artikel Terkait
- Pedagang pasar Legi Parakan gelar kirab seratus tumpeng
- Populer, Prabowo komitmen sempurnakan MBG hingga AI jadi mapel wajib
- Kisah perempuan Gaza: Menjaga asa sebagai ibu dan dokter saat konflik
- TNI AL benarkan satu pecatan prajurit terlibat penyekapan di Tangsel
- Kemendikdasmen: Pelaksanaan TKA di Papua lancar
- BKKBN Babel
- Anggota Komisi IX DPR: MBG "senjata perang" pemerintah bangun masa depan
- BGN sebut 112 SPPG ditutup karena langgar SOP
- Kepala BPOM jelaskan potensi pengembangan ATMP ke mahasiswa Beijing
- Melihat dunia "gemoy"
Resep Populer
Rekomendasi

Panduan mudah memelihara lobster air tawar untuk pemula

Palestina desak penempatan pasukan internasional lindungi Gaza

Badan Gizi Nasional evaluasi program MBG Pamekasan setelah keracunan

Kemarin, arahan Prabowo soal LPDP hingga mikroplastik dalam hujan

16 spesies burung migran terpantau tiba di NTB

BGN terapkan prinsip zero defect ala pandemi untuk MBG

Aktris Diane Keaton mengidap pneumonia bakterial jelang wafat

Minum air hangat vs air dingin: Mana yang lebih baik untuk kesehatan?